أهلا وسهلا و مرحبا بكم

Translate

Sabtu, 15 Januari 2011

Surah Al-anfal ayat 60

Pembaca yang budiman!

Adapun dalil kedua dari Al-qur’an adalah dalam surah al-anfaal ayat 60

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآَخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ (60)

“dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya: sedang Allah mengetahuinya, apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”.

Pada ayat ini Allah memerintahkan kita untuk selalu waspada dan tegas terhadap musuh yang senantiasa berusaha untuk menghancurkan kaum muslimin dan agama mereka.

Cara kita untuk menghadapi mereka adalah dengan mempersiapkan segala sesuatu yang kita mampu.

Hal tersebut dapat berupa kekuatan akal, anggota tubuh, dan berbagai jenis persenjataan dan yang semisalnya yang dapat membantu untuk menghadapi musuh.

Titik pendalilan di sini adalah persiapan kekuatan untuk pembelaan diri dan keberanian dalam menghadapi musuh.

Apakah musuh itu kita ketahui dengan nyata melancarkan serangannya kepada kaum muslimin.

Ataupun musuh itu tidak kita ketahui dengan menjadi misionaris atau orang-orang munafiq yang berdalil dengan Al-qur’an dan As-sunnah untuk memuaskan keinginan mereka.

Apakah musuh tersebut menyusup dalam tubuh kaum muslimin yang berpakaian seperti “alim-ulama” atau “ustadz” maupun para pengacau alias pemberontak dan para preman yang berbaju “ustadz besar” atau “syaikh besar”.

Ataukah musuh tersebut diluar kaum muslimin.

Termasuk juga dalam makna ayat tersebut adalah membangun pabrik-pabrik senjata, pesawat, kapal laut, kendaraan darat tank/ lapis baja dan segala jenis alat-alat pembelaan diri.

Juga mempersiapkan kekuatan tekhnik dan siasat perang, cara-cara melempar atau melontar peluru, tombak, panah, pedang atau bahkan melempar tangan dan kaki ke arah musuh.

Juga menyiapkan segala hal yang dapat mendatangkan keberanian dalam menghadapi musuh yang diketahui atau tidak.

Dengan dasar ayat ini pula dan ayat-ayat yang lainnya menunjukkan kepada kita bahwa beladiri tidaklah terbatas pada kung-fu, karate, silat atau yang semisalnya, akan tetapi lebih luas dari itu.

Yaitu segala sesuatu yang bisa digunakan untuk membeladiri, apakah dalam bentuk perkataan yang diistilahkan dengan silat lidah, ataukah dalam bentuk tingkah-laku atau perbuatan yang dapat menghindarkan dirinya dari kejelekan yang bersifat fisik.

Hal ini akan lebih dijelaskan lagi pada bab selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer

Arsip Blog